Sok Pintar: Bagaimana Cara Menjual CBR250R?

Artikel ini sekaligus memperkenalkan segmen ‘Entrepreneurship’. Disini kita akan bermain peran (role play) sebagai Marketing Director perusahaan ternama, kita akan urun rembuk alias brainstorming langkah-langkah yang bisa kita terapkan untuk meningkatkan penjualan produk.

Mari kita bersikap sok pintar, sebagai sarana untuk belajar. Siapa tahu di kemudian hari kita memang diberi amanah oleh Allah SWT untuk memimpin perusahaan besar, isn’t it?

Sok pintar itu lebih baik daripada pura-pura pintar…

Kali ini kita akan bermain peran sebagai Marketing Director-nya AHM. Produk yang harus kita jual adalah CBR250R terbaru. Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan penjualan CBR250R ini?

Sebelumnya kita tentukan dulu, siapa yang jadi lawan kita di pasaran. Mengingat Yamaha YZF R25 spek & harga pastinya belum kita ketahui, maka kita tentukan saja bahwa kompetitor kita adalah Ninja 250 FI (penguasa pasar saat ini) dan Ninja 250RR Mono (yang sama-sama bermesin satu silinder).

Mari kita inventarisir kekuatan yang kita miliki:

1. Brand Honda
Meskipun kita market leader, namun branding kita di segmen sport, terutama sport pemium, kurang mantap. Pun demikian, kepercayaan publik terhadap brand kita secara keseluruhan harus dapat dioptimalkan.

2. Brand CBR
‘Kesalahan’ branding pada produk CBR250 versi sebelumnya (yang lebih dipersepsikan publik sebagai sport-touring) memang cukup mencederai kekuatan brand CBR sebagai motor kencang yang sporty. Namun, kekuatan brand CBR (1000, 600, 500, 400) secara keseluruhan tetap bisa kita optimalkan

3. Performa mesin meningkat, fuel consumption ‘menurun’
Keberhasilan insinyur kita meningkatkan power mesin menjadi 29hp disertai konsumsi bahan bakar yang justru lebih irit sangat bisa kita manfaatkan sebagai nilai jual

4. Desain body baru
Desain body baru yang satu nafas dengan seri 1000cc dan 500/400cc bisa kita selaraskan dengan poin nomor 2.

Nah, sekarang kita coba inventarisir kelemahannya…

1. Mesin masih 1 silinder
Faktanya, penguasa pasar di kelas 250cc adalah pengguna mesin 2 silinder

2. Melemahnya brand CBR
Sekali lagi, ini karena produk sebelumnya yang terlanjur dipersepsikan sebagai sport-touring yang akhirnya mencederai branding CBR sebagai motor kencang + sporty

3. Harga
Sebagian besar publik akan membandingkan dengan produk kompetitor yang dibanderol 20% lebih murah dari produk kita

Sekarang kita cari solusinya…

Secara umum, kelemahan dari produk kita sebetulnya komplementer dengan keunggulannya.

– Meskipun mesin hanya 1 silinder, namun performanya lebih unggul dari produk kompetitor. Lebih bertenaga (dari Ninja RR Mono) dan lebih efisien (dari Ninja 250 FI)
– Brand CBR masih bisa dikembalikan persepsinya sebagai motor kencang & sporty
– Harga akan menjadi relatif jika persepsi publik dapat kita ‘mainkan’

Langkah apa saja yang dapat kita lakukan?

A. Perkuat branding CBR250R sebagai klan CBR series
Libatkan (selalu) seri CBR dengan kapasitas mesin lebih besar yang memiliki garis desain serupa (CBR1000RR & CBR500/400R, lebih baik dengan CBR1000RR saja). Selalu sandingkan CBR250R dengan CBR1000RR, baik dalam iklan (TVc, internet, media cetak) maupun di display fisik (dealer, pameran). Usahakan di tiap main dealer (minimal di kota besar) tersedia unit CBR1000RR untuk disandingkan dengan CBR250R.

Diharapkan akan membentuk (dan menegaskan) persepsi publik bahwa CBR250R ini adalah klan dari CBR, maka diharapkan terbentuk persepsi bahwa CBR250R juga beraura ‘moge’ seperti CBR1000RR.

Sedikit banyak ini akan mengurangi efek persepsi publik bahwa motor beraura ‘moge’ itu harus 2 silinder.

B. Perkuat branding sebagai motor kencang
Bahasa di iklan harus mampu menciptakan persepsi sebagai motor kencang. Torsi pada level 23 Nm / 7.500 rpm harus dibahasakan sebagai ‘bertenaga’. Kerapatan rasio antar gigi harus dibahasakan sebagai ‘beringas’. Keiritan konsumsi bahan bakar harus dibahasakan sebagai ‘efisien’. Mesin yang hanya satu silinder harus dibahasakan sebagai ‘mesin berkapasitas besar’.

C. Perkuat branding sebagai motor kelas premium
Dengan selalu disandingkannya CBR250R bersama CBR1000RR, kehadiran keduanya di acara-acara yang dikemas ‘high class’ diharapkan akan terbentuk persepsi bahwa CBR250R adalah ‘barang mahal’. Maka, harga yang lebih mahal 20% dari kompetitor (Ninja RR Mono) pun akan dianggap wajar.

Manfaatkan juga sinetron-sinetron & film televisi yang bertebaran dengan melakukan product placement. Product placement-nya pun harus tepat. CBR250R harus digunakan oleh aktor yang berperan sebagai ekskekutif muda, anak orang kaya, atau anak gaul, sehingga semakin terkesan bahwa CBR250R adalah produk untuk kalangan atas. Bisa juga dalam product placement di sinetron (atau film) CBR250R kembali disandingkan dengan CBR1000RR.

Sementara baru itu yang ada di kepala saya, teman-teman punya saran yang lain?

Wassalamualaikum
Regards

Gisma Liggan

*Note:
– Gambar pertama & kedua adalah CBR250R & CBR1000RR, penegasan bahwa keduanya adalah satu klan
– Gambar ketiga & keempat adalah Ninja 250 FI & Ninja RR Mono 250, kompetitor CBR250R
– Gambar dipinjam dari Kang Haji dan Kang Iwan

Advertisements

7 thoughts on “Sok Pintar: Bagaimana Cara Menjual CBR250R?

  1. Rasanya langkah honda saat ini hanya untuk mempertahankan penjualan CBR biar ga anjlog. Bukan untuk ngrecoki raja motor 250cc. Malu juga kalau honda dianggap gagal kan…
    paling manteb mesin cbr250 diproduksi lokal trus templokin ke all new tiger 250

    1. nice idea…,itlah yg lg dtunggu2 publik kayaknya, tp emang orang high level honda blm ngerasa so biarkan cbr250 nyungsep dulu bru akan bereaksi & emang bgtulah tradisi atpm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s